1. VISA. Selama anda memiliki E-paspor, maka pengurusan visa sangat mudah. Download visa waiver pre-registration dari situs Kedubes Jepang. Isi dan bawa ke kedubes Jepang beserta E-paspor. Dalam waktu 2-3 hari kerja, E-paspor yang sudah mendapat visa Jepang dapat diambil. Bersiaplah untuk ke Jepang.
2. ITINERARY. Jika anda ingin melancong dengan biaya rendah dan hanya melihat kota-kota di prefektur (provinsi) tertentu, cukup membeli West JR Pass 7 hari seharga 15000 yen, anda sudah dapat menjelajahi Osaka, Kyoto, Nara, Kobe, Himeji, Kanazawa, Toyama. Sedangkan untuk 5 hari melihat Osaka, Kyoto, Nara, Kobe dan Himeji anda cukup membayar 8500 yen. Tapi JR Pass harus dibeli di Jakarta. Anda dapat membelinya di HIS Travel, travel agent Jepang.
Saran saya 5-7 hari sudah cukup puas untuk berkelana di Jepang bagian Barat. Menurut saya daerah tersebut sudah cukup mewakili Jepang. Anda tidak perlu mengeluarkan uang yang lebih besar hanya untuk pergi ke Tokyo.Perlu dicatat ada limitasi JR Pass yang harus anda perhatikan, karena di Jepang ada beberapa perusahaan transportasi yang berbeda. Anda perlu memahami jalur kereta api dan bis dari JR Pass. Untuk itu anda bisa mendapatkan informasi dari situs JR Pass atau di kantor JR Pass di Jepang.
Tiket JR Pass yang dibeli di Jakarta harus ditukar di kantor JR Pass di airport untuk mendapatkan pass. Pass ini tidak boleh hilang karena tidak diberi gantinya. Maka jagalah dengan segenap hati hehehe ...
3. TEMPAT KUNJUNGAN. Di setiap kantor Tourist Information anda bisa mendapatkan peta kota yang dituju, peta tempat wisata serta informasi lainnya yang diperlukan. Beberapa info yang dapat saya berikan untuk beberapa kota adalah sebagai berikut:
- OSAKA. Kota besar yang cukup tenang. Buat saya pecinta budaya dan sejarah, ada Osaka Castle, Gedung Art Museum yang unik dan daerah kota tua yang menarik untuk dilihat dan berfoto. Ada Universal Studio (saya tidak tertarik), Aquarium Osaka yang bisa anda kunjungi.
- KYOTO. Saya sangat menyukai kota ini khususnya kota tuanya. Cuma yang sedikit mengganggu adalah turis yang cukup banyak di kota ini. Anda bisa menikmati Nishiki Market, Distrik Gion, Arashiyama Bamboo Groove, Fushimi Inari, Imperial Palace, Nijo Castle dan sejumlah kuil yang banyak bertebaran. Saya sangat senang ketika berkunjung ke Kyoto, persis ada pameran dari Louvre Museum di Kyoto Municipal Museum of Art.
- KANAZAWA. Secara pribadi saya menyukai kota ini. Kecil dan tenang. Mudah ditelusuri. Kota ini cocok untuk anda yang menyukai budaya, Ada 21th Century Museum of Contemporary Art, Prefectural History Museum, Distrik Higashi Chaya yang merupakan wilayah kota tua, Omicho Market, Nagamchi yang merupakan Distrik Samurai, dan lain-lain.
Dari Kanazawa anda juga bisa naik bisa sekitar 1,5 jam ke desa kuno Jepang yang sangat indah dan menarik yaitu Shirakawago dengan membayar 3290 yen pulang pergi per orang. Tapi tempat ini paling tepat dikunjungi pada waktu musim gugur atau musim salju. Ada satu tempat yang disediakan untuk memandang desa ini dari atas, Pemandangannya mengesankan.
- TOKYO. Mengunjungi Tokyo cukup melelahkan karena sistem subway yang cukup kompleks dan harus berjalan kaki cukup jauh. Bagi saya, anda tidak perlu ke Tokyo untuk menikmati Jepang. Ada Imperial Castle yang dapat dilihat dari luar, melihat Tokyo dari ketinggian lewat kantor Government Building yang gratis, Harajuku yang bagi saya tidak terlalu seru hehehe, Meiji Shrine yang gratis, dan yang paling menarik bagi saya di Tokyo adalah MUSEUM. Ada museum of Western Art yang memiliki koleksi yang impresif, lalu Tokyo Metropolitan Art Museum yang persis saat itu ada pameran dari British Museum yang sangat menarik "A History of the World in 100 objects". Saya beruntung.
Untuk detil tempat yang dapat dikunjungi saya anjurkan anda sebelum pergi ke Jepang untuk mencari tempat yang menarik lewat situs Japan National Tourism yang akan sangat membantu anda. Selain itu youtube menyimpan banyak informasi perjalanan yang berharga yang dapat anda pelajari. Do your homework!
4. AKOMODASI. Saya sarankan untuk mencari hotel di dekat stasiun untuk memudahkan perjalanan anda. Lebih baik lagi jika ada di dekat stasiun yang ada di daerah yang dekat dengan obyek-obyek turis. Akomodasi di Jepang cukup mahal karena itu jika anda sendirian lebih baik menginap di hostel atau guest house. Pilihlah yang mendapat rating cukup baik dari mereka yang pernah menginap di sana. Agoda atau Booking.com dapat memberikan informasi yang diperlukan.
5. MAKANAN. Seperti di Jakarta, di Jepang makanan juga tersedia dari yang mahal sampai yang murah. Restoran seperti Yoshinoya, Sukiya dan restoran yang untuk ordernya lewat mesin, menyediakan makanan yang cukup murah - sekitar Rp 30 ribuan. Sudah termasuk ocha atau air dingin yang bisa diisi ulang. Makanan yang tersedia di convenient store seperti 7-11, Family Mart, juga terjangkau harganya dan enak. Jika anda tinggal di guest house yang memiliki fasilitas dapur, anda dapat memasak sendiri dan tentu saja ini sangat menghemat biaya.
6. MINUMAN. Air kran di Jepang umumnya dapat diminum. Tapi untuk Osaka dan Tokyo saya memilih untuk memasaknya atau menyaringnya lebih dulu. Kanazawa memiliki air kran yang nikmat! Untuk menghemat biaya, bawalah botol minuman dari Jakarta yang bisa diisi ulang.
7. BELANJA. Selama anda tidak mencari barang buatan Jepang, anda dapat menemukan barang murah yang cukup baik. Toko Lawson 100, Daisho misalnya menyediakan barang-barang senilai 108 yen (sudah termasuk pajak). Jika sedang musim sale, belanja di Jepang menjadi lebih murah dari Jakarta. Bahkan tanpa sedang sale, barang-barang buatan Uniq-Lo, Muji, Zara, H&M, tetap lebih murah dari Jakarta, apalagi jika sedang sale.
8. ETIKA, Last but not least. Jangan memalukan bangsa sendiri, seperti yang dilakukan pelancong dari negeri C. Pelajari etika bangsa Jepang supaya anda tidak memperburuk nama bangsa yang sudah terpuruk ini. Belajarlah berdisiplin, mengantri, mengembalikan barang pada tempatnya, membersihkan meja anda setelah makan, duduk pada tempatnya (jangan duduki tempat yang disediakan untuk orangtua, orang cacad dan ibu hamil/punya anak kecil) dan memperhatikan sekeliling (termasuk berhenti ketika melihat seseorang akan mengambil gambar).
Akhirnya, jangan cuma jalan-jalan, berfoto dan nampang. Pelajarilah banyak hal dari perjalanan Anda. Bagi saya bangsa Jepang dalam hal kerapian, ketelitian, kepedulian pada sekeliling, disiplin dan kebersihan sangat perlu ditiru. Harapan saya, sepulangnya orang Indonesia dari Jepang mereka lebih berdisiplin!
Gambatte kudasai!
No comments:
Post a Comment